Minggu, 04 Juni 2017

WANITA TANGGUH

WANITA TANGGUH



Ada seorang perempuan cantik bernama Sumisih, ia dilahirkan dari keluarga menengah kebawah, keluarga yang sederhana namun sangat ia sayangi yaitu keluarga pasangan Nata Diwiryo dan Kustinah, ia anak ke empat dari enam bersaudara. Ia lahir tanggal 5 April 1959 di Tegalrejo, Magelang. Sumisih mengawali jenjang pendidikannya dari SD Negeri 2 Glagahombo, dan ia termasuk kedalam murid yang pintar setelah lulus SD ia melanjutkan sekolahnya kejenjang yang lebih tinggi di SMP Bhina Putra yang waktu itu termasuk SMP favorit, tamat SMP ia melanjutkan sekolahnya di SMA favorit.

Setelah tamat SMA ia tidak memilih untuk melanjutkan pendidikannya namun ia lebih memilih untuk berkarir. Karirnya ia mulai dengan menjadi pegawai di kantor pajak,saat masih bekerja di kantor pajak ia juga mendaftar sebagai tentara,setelah menjalani berbagai macam seleksi, ia pun lolos namun di akhir seleksi ia jatuh sakit,ia terkena penyakit tipus, karena penyakit yang dialaminya, ia pun dengan berat hati harus melepas cita-citanya selama ini untuk menjadi seorang tentara, namun ia tetap melanjutkan karirnya di perpajakan.


Disitulah ia bertemu dengan pujaan hatinya yang sekarang menjadi suaminya, ia bernama Legiman Siregar. Karena setiap hari bertemu di kantor, mereka pun saling jatuh hati dan mereka pun menikah,setelah mereka menikah, suami Sumisih menyarankan untuk tidak bekerja lagi di kantor karena mencari nafkah adalah tugas seorang suami dan Sumisih pun mengikuti perintah suaminya tersebut. Setelah 1 tahun umur pernikahan,mereka pun dikaruniani seorang anak laki-laki yang tampan bernama Ahmad Arif Faisal Siregar yang sekarang telah menjadi seorang pegawai di salah satu kantor di Yogjakarta, selang berberapa tahun mereka dikaruniani 2 orang anak perempuan cantik yang bernama Annisa NurFaizah yang sekarang bersekolah di SMA 2 Magelang kelas x mia 2,dan Endah NalaSari yang sekarang bersekolah di SMP 1 Tegalrejo. Mereka pun hidup bahagia sebagai keluarga sederhana.

SEKILAS TENTANG MUSEUM SANGIRAN

SEKILAS TENTANG MUSEUM SANGIRAN



Museum Sangiran merupakan salah satu tempat wisata yang wajib dikunjungi oleh kalian semua yang menyukai wisata sejarah. Tempat ini tidak hanya menarik untuk piknik, tapi juga menjadi tempat yang menyenangkan untuk belajar sejarah secara langsung. Museum Sangiran ini terletak di Desa Krikilan, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen, Provinsi Jawa Tengah. Sangiran berada di kaki Gunung Lawu, tepatnya kurang lebih 17 Km kearah utara dari Kota Solo. Untuk masuk ke museum cukup membeli tiket dengan harga masuk :
·        wisatawan domestik Rp 5.000,00/orang.

·         wisatawan asing Rp 11.500/orang.

Museum Sangiran ini buka setiap hari Selasa-Minggu dari jam 9 pagi hingga jam 4 sore. Di Museum Sangiran para pengunjung dapat melihat berbagai macam koleksi fosil yang ditemukan di Kawasan Cagar Budaya Sangiran,ada sekitar 13.806 buah. Koleksi-koleksi tersebut dikategorikan dalam beberapa kelompok berikut ini
1.     Cetakan fosil manusia purba Australopithecus Africanus, Phithecanthropus Modjokertensis, Phitecanthropus erectus, Phitecanthropus soloensis, Homo Neanderthal Eropa, Homo Neanderthal asia dan homo sapiens.
2.     Fosil Manusia Homo Sapiens Fosil hewan bertulang belakang : gajah,gajah purba,Mastodn sp kerbau harimau, babi,badak,sapi,banteng dan rusa.
3.     Fosil Binatang Air Buaya,ikan,kepiting,gigi ikan hiu,kuda nil,molusca,kura-kura. Binatang ini merupakan sisa-sisa binatang yang muncul sejak zaman akhir Pliosen.
4.     Batuan Bahan pembuatan alat-alat dari batu yang banyak ditemukan di daerah Sangiran maupun di sekitar Pegunungan Kendeng
5.     Fosil Tumbuhan Laut Berupa diatomit yaitu endapan dari ganggang laut diatomea.
6.     Alat-alat batu

Berupa alat serpih, bilah, serut, gurdi, kapak perimbas, bola batu, dan kapak penetak sebagai hasil budaya manusia purba yang beradaptasi dengan lingkungan alam sekitarnya. Semua alat batu tersebut ditemukan di wilayah Sangiran. Sedangkan untuk bagian ruangan pamer di Museum Purbakala Sangiran meliputi beberapa bagian berikut.
1.  Ruang utama yaitu berupa ruang pamer tempat koleksi terpajang.
2.     Ruang laboratorium yaitu tempat proses konservasi fosil-fosil yang ditemukan.
3.  Ruang pertemuan yaitu untuk kegiatan yangdiadakan di museum.
4.     Ruang perpustakaan yaitu tempat menyimpan beragam koleksi buku.
5.     Ruang penyimpanan yaitu tempat untuk koleksi fosil-fosil.
6.     Ruang audio visual yaitu untu pemutaran film kisah kehidupan manusia prasejarah.
7.     Mushola dan toilet yang bersih.

Foto survei :








Foto kenangan di Museum Sangiran.














WANITA TANGGUH

WANITA TANGGUH Ada seorang perempuan cantik bernama Sumisih, ia dilahirkan dari keluarga menengah kebawah, keluarga yang seder...